Upacara Adat Natah Suwunan, Ritual yang Jarang Dilaksanakan
Dian Prasetyo 28 Desember 2024 06:05:10 WIB
Salah satu tahapan penting yang diwariskan oleh leluhur Jawa sebelum memasang kerangka bangunan dan atap dalam proses pembuatan rumah adalah memasang suwunan.
Suwunan merupakan simbol mahkota dalam sebuah bangunan rumah, baik arsitektural limasan, joglo, maupun kampung. Suwunan berwujud kayu balok yang dipasang melintang paling atas sebagai penyangga usuk sebagai penopang kekuatan atap rumah.
Dalam budaya Jawa, khususnya yang masih berlaku di Kalurahan Jerukwudel suwunan memiliki makna filosofi sebuah ungkapan rasa syukur dan permohonan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Tentunya permohonan ini berupa kebaikan baik keselamatan dan berkah untuk bangunan itu sendiri dan memberikan kebaikan kepada segenap makhluk yang berada di bawah atap bangunan tersebut.
Ubo rampe kelengkapan yang disediakan dalam upacara adat natah suwunan terdiri dari kayu suwunan, alat tatah, paku emas, kain mori atau kain bendera, kendhi, kendhil, bancik, kembang setaman, kemenyan, kloso, cikal, dan tebu. Sedangkan untuk prosesi kenduri disiapkan tumpeng lengkap dan ingkung.
Sedangkan tahapan dalam upacara adat yakni suwunan ditatah pada bagian tengah disertai doa oleh sesepuh adat, kemudian dimasukkan paku emas lalu diblebet melingkar dengan kain mori. Setelah selesai, lalu dilaksanakan kenduri untuk bersama-sama melangitkan doa kepada Tuhan dipimpin oleh sesepuh adat dna dilanjutkan makan tumpeng bersama.
Setelah prosesi natah dan kenduri selesai dilaksanakan, dilanjutkan mengoles jenang ke suwunan dan berikutnya suwunan dipasang pada atas bangunan sesuai dengan lokasinya, begitu juga dengan ubo rampe kendhi dan tebu dipasang di bawah suwunan. Tahapan ini oleh masyarakat Kalurahan Jerukwudel disebut dengan istilah munggah molo.
Formulir Penulisan Komentar
Pencarian
Komentar Terkini
Statistik Kunjungan
| Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Pengunjung | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
- SAFARI TARAWIH KAPANEWON GIRISUBO DI MASJID AL-FAJAR PADUKUHAN JERUKWUDEL
- Menuju Desa Ramah Anak Digital, Sosialisasi PP Nomor 17 Tahun 2025
- Informasi Penyelenggaraan Pemerintahan Kalurahan Tahun 2025
- Hari Jadi dan Jerukwudel Art Festival
- Himbauan MUI Gunungkidul Selama Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H
- Publikasi Laporan Pertanggungjawaban Realisasi APBKal TA 2025
- ASSESMENT REFORMASI BIROKRASI KALURAHAN
















